All posts by rinaldo

Magang di Consumer Services Telkom Ridar

Persiapan sebelum seminar kerja praktek

Untuk Pembimbing

Untuk Penguji

Source

Flashback 2008, Ubuntu 8.04, OpenSolaris 2009, dan TRON Legacy

Entah kenapa, hari ini aku pingin nonton film TRON: Legacy.

Film ini salah satu film yang bikin aku terjerumus ke Linux :hammers

Menit 22:14, ada SolarOS di mejanya Kevin Flynn. Singkat cerita, SolarOS adalah OS ambigu antara Sun Solaris (atau OpenSolaris), dan Linux. Linux sendiri kan awalnya diciptakan meniru UNIX.

Kenapa ini OS ambigu? Menurut trivia nya sih :

  • Hostname nya gak ada, seakan akan uname dijalankan dengan uname -srvmpi
  • SunOS 4.0.1 dirilis tahun 1988, sesuai dengan tahun Flynn menghilang dan juga tahun arsitektur sun4m. Tapi kenapa uname nya format SunOS 5?
  • Kernel release Generic_50203-03 kayak kurang 1 karakter, kemungkinan besar angka 1, tapi patch 150203-03 juga gak ada di dunia nyata.
  • sun4m menyatakan kalau CPU nya berarsitektur SPARC-V8, tapi kenapa ada kata “i386” disitu?
  • Ada process hald, kthread, dan ksoftirqd di window top, menandakan kalau OS ini pakai kernel Linux 2.3 atau lebih baru. Tapi gak mungkin kan Solaris pakai kernel Linux?

Tapi kalau diingat ingat lagi, OS pertama yang aku pakai selain Windows, adalah Ubuntu 8.04 Hardy Heron …

… dan OpenSolaris 2009.

Kalau diingat ingat dulu, ya begitulah. Rasa penasaran bikin aku sering main main ke milis ubuntu-id, dan sering juga kena bully hehehehe :hammers
Belum lagi kena bully di milis android-x86, dan main main colinux (mirip sama Windows Subsystem Linux di Windows 10 sekarang), padahal masih newbie parah.
Sempat juga semangat nyebarin ubuntu ke kawan kawan seangkatan, dan akhirnya mulai menerima kenyataan kalau Windows masih menguasai pasar, Mac OS X buat orang kaya (dan mungkin ga bakal aku beli juga :( ), dan Linux cuma bisa di server … atau jangan dikasih tahu kalau pake Linux. Misalnya, KORG KRONOS.
Tapi walaupun begitu, gak ada juga yang menyangka kalau bakal diseriusin kan? Aku juga ga pernah nyangka bakal serius di bidang ini. Entah kenapa, semua kayak rantai tersambung. Mulai dari belajar ngeblog, belajar ubuntu, belajar nyetel VPS, instalasi webserver sederhana, sampai ke sini … ntah kemana ujungnya. Dan semuanya dimulai dari film.

Ini sih yang bikin aku jadi jomblo :hammers
Memang iya, rata rata computer nerd itu jones dan musisi playboy, masalahnya aku diantara keduanya. Jadi deh banyak cewek dekat aku, tapi gak ada yang jadi hahahaha :hammers

10 tahun kemudian.
Desktop dan laptop aku memang akhirnya Windows lagi :( Apalagi mengingat aplikasi musik jarang sekali ada di Linux, Bitwig ga terbeli, dan Ardour ga ada gunanya. Tapi kemampuan aku di Linux, bukan berarti gak ada guna. Karena rinaldo.id dihost di server Ubuntu, pernah di Debian, pernah juga di CentOS, pas domainnya masih itsrinaldo.net :D

Selanjutnya gimana? Entahlah.
Tetap aja masih gak nyangka kalau udah 10 tahun aku pakai Linux. Mungkin harus kita rayakan dengan nasi uduk.

Source

Dan kemudian, Low Priority lagi.

Capek sih ngomongnya, tapi kalau kamu berharap kualitas internet, JANGAN PAKAI IndiHome.

Rencana awalnya sih, bikin failover pakai 2 Indihome, pakai Mikrotik. Atau tambah satu lagi pakai tethering 4G.

Cuma setelah dipikir pikir, yang perlu disini IP public nya. Ditambah, Kalau sempat 1 ODP, ga bakal ada gunanya dong. Kecuali, kalau bisa satu customer aja yang down, ODP nya gak masalah, dan selama ini Telkom bohongin kita. Ntahlah.

 

 

 

Source

Ableton Session View dan Arrangement View

Hari ini, kita akan bahas apa perbedaan antara Session View dan Arrangement View, dan cara penggunaannya yang benar. Ini juga yang membuat Ableton Live unik. Tidak semua DAW mempunyai Session View.

Supaya lebih gampang untuk memahami, buka aja Live 9 Demo Project.. Lokasinya di Windows :

C:\ProgramData\Ableton\Live 9 Suite\Resources\Core Library\Lessons\Sets

Demo kali ini, aku akan menggunakan project untuk Suite. Tapi terserah sih, soalnya demo untuk Live seri lain ada session nya juga.

Ini adalah Arrangement View yang sudah diisi.

Untuk berpindah ke Session View, tekan TAB.

Session bisa dipanggil sekali semua dalam satu baris menggunakan tombol play di samping kanan.

Kelebihan Session View dibandingkan Arrangement View adalah, kamu bisa pakai untuk ngeDJ, live remix, atau mungkin ngeWL di gereja sendirian setelah kamu usir semua anggota band (seriusan) :hammers .

Kamu bisa play drum dari part A, tapi semua sisanya dari part B.

Atau kamu mau ngambil bell chord nya part C? Bisa.

Suka dengan arrangement barumu? Tekan tombol Record diatas

Setelah itu remix kayak tadi, dan hasilnya sudah disimpan di Arrangement View.

Atau mau copy paste biasa juga bisa. Klik kanan pada salah satu track, copy, lalu pastekan pada Arrangement View.

Berikutnya, ini cara merekam di Session View.

Kamu perlu arm recording dulu di mixernya.

Setelah itu, tombol kotak (stop) diatas akan berubah jadi bulat (record). Ini adalah contoh track yang armed sama unarmed.

Kalau kamu klik record, metronome akan mulai countdown, dan hasilnya akan tersimpan di Session View.

Cara memainkannya ya seperti tadi. Karena itu, fitur ini enak banget dipake buat bikin lagu. Misalnya, “kayaknya drum nya reff lebih cocok di awal deh”. Klik aja. Selesai.

Lanjut, kita ke arrangement view.

Arrangement View adalah rekaman konvensional. Ya dari intro sampai ending. Selesai. Terserah sih mau dari Session View ke Arrangement View, atau dibalikin. Soalnya keduanya sama sama bisa.

Cara ngerekam di Arrangement View :

Pertama, kamu arm dulu tracknya. Mau di arm di mixer tadi juga gak apa, tapi disini juga ada tombolnya.

Setelah itu, kamu bisa klik Record di atas. Hasilnya akan tersimpan di arrangement view.

Kalau mau ngerekam track lebih dari satu, bisa ctrl+click pada tombol arm, atau klik kanan, buang “Arm Exclusive”.

Anggap saja kita sudah selesai rekaman di Arrangement View.

Setiap clip ini, bisa dipotong untuk dicopy ke Session View. Caranya, klik pada penanda potongannya

Setelah itu, tekan CTRL + E buat split.

Yeey dia udah terpisah. Sekarang copy (CTRL + C atau klik kanan – copy)

… lalu pastekan di Session View.

Kira kira beginilah penggunaan Session View dan Arrangement View. Ini yang digunakan mereka untuk mashup banyak lagu sekaligus (walaupun memang bukan cuma ini).

Intinya mashup, download stem dari beberapa lagu, masukkan ke dalam satu project Ableton, tempo sync semuanya, lalu potong potong sesuai part, lalu gunakan lagu A dengan instrumen lagu B. Kira kira gitu. Tapi untuk penjelasannya lebih lanjut, perlu dibuat artikel lain.

Dan ini yang aku maksud ngeWL sendirian setelah ngusir anggota band …

Session View ini udah disetel untuk beberapa lagu. Ableton Live itu kuat banget, bahkan kata keyboardistnya Jesus Culture, dia ngeload semua lagunya Jesus Culture dalam satu project setiap kali dia live.

Disini bisa dilihat, beberapa track di mute, karena memang ada yang main. Ada bass, drum, dan strings. Semua ada pemainnya. Tapi seandainya semuanya gak datang, hidupkan aja semua.

… dan WL cuma perlu belajar cara pakai Ableton.

Source

Ecclesia Youth Christmas Celebration “Grow In Grace”

 

Instagram Photo

 

Ecclesia Youth proudly present:
The Christmas Celebration “Grow in Grace”

:ultah
Thursday, December 7th 2017
6.30 PM till drop
At Grand Jatra Hotel ballroom 5th floor.
Dan kita akan dilayani oleh ps @christofertapiheru !!!  :cool dan kita akan memuji Tuhan dan seru seruan bareng God’s Masterpiece family!
Kuy ajak temen2 dari sekarang! Cuz Jesus is coming to town guys! Serunya lagi nih kita ada doorprize dan free entry lagi!! Cus tunggu apa lagi? Beritakan kabar baik ini sekarang!! See you in December!!!️#gmgigc2017

:selamat

Jangan tanya siapa yang main keyboard. :hammers

Source

PHP Simple Calendar

Ini adalah kalender sederhana dari PHP dan HTML, yang dibuat cuma pake

. Kalender ini gak tahu kapan libur, dan kapan gak libur. Ya aku juga biasanya gak tahu sih.

Singkat cerita, script ini menerima inputan bulan dan tahun menggunakan $_GET[‘month’] dan $_GET[‘year’], dengan default value tahun dan bulan saat script ini dijalankan.

Demo ada disini.

Penjelasan :

  • Line 2-3 : Ini adalah komentar.
  • Line 5-13 bertugas ngecek kalau $_GET gak menghasilkan apa apa. Siapa tahu gak ada isinya, buat $year dan $month dari tahun dan bulan sekarang.
  • Line 18-27, table tag dan header
  • Line 30-39, periksa kalau bulan sebelumnya bernilai 0 (bulan sekarang – 1). Kalau 0, kurangi year2 ke tahun sebelumnya, dan lastmonth ke 12.
  • Line 41-42, hitung jumlah hari bulan ini dan bulan kemarin.
  • Line 44 : Cek hari pada tanggal 1 bulan ini,
    • Line 45 : Kalau tanggal 1 hari bukan hari minggu, tanggal mulai kalender adalah jumlah hari bulan kemarin dikurang nama hari ini (dalam angka) ditambah 1.
    • Line 47 : Kalau tanggal 1 hari minggu, mulai kalender dari tanggal 1.
  • Line 55 : Counter = 0
  • Line 57-73
    • Line 57 : Kalau tanggal mulai kalender bukan 1,  jalankan loop for.
    • Line 59 : Dari tanggal mulai kalender sampai tanggal terakhir bulan kemarin, jalankan command dibawah :
      • Increment counter
      • Kalau counter = 1; buka baris baru tabel.
      • Echo $loop yang dimiringkan.
      • Kalau counter % 7 = 0; tutup baris tabel. Lalu, reset counter ke 0.
  • Line 74-87
    • Line 74 : Jalankan for dari tanggal 1 sampai hari terakhir bulan ini
    • Counter tidak direset. Kalau 1, buka baris. Kalau 7, reset counter dan tutup baris.
    • Echo $loop di baris 81.
  • Line 89-100;
    • Kalau counter tidak sama dengan 0, buat kalender dari bulan sebelumnya sampai counter sama dengan 7.
    • Kalau counter % 7 = 0; tutup baris tabel. Lalu, reset counter ke 0.

Code ini bagian dari Ridar Sales Report yang aku sedang buat.

Source

(PHP) Kenapa kamu harus pakai Array

Walaupun mungkin (iya mungkin), array gak membantu dalam penggunaan memori, tapi array bisa membantu dalam pengulangan program.

Mulai senin, aku punya project di Telkom Pekanbaru untuk bikin web sales report. Singkat cerita, permintaannya adalah kita harus bisa lihat grafik kita sendiri, agensi kita, dalam satu grafik.

Grafik agensi? Check. Grafik sendiri? Check. Gabungin? :hammers

Seminggu kebelakang, aku ketemu Morris Chart. Iya, memang udah gak aktif lagi sejak 2014. But if it works, it works. Lalu aku belajar cara export data dari SQL untuk dimasukin ke morris chart. Dan ternyata, morris chart nerima data pakai format JSON.

Dan cilakanya, hampir semua tutorial mengajarkan gimana formatting JSON buat morris, tapi cuma dari 1 query.

 

Jadi apa yang aku lakukan?

Beberapa line diatas ngambil bulan dan tahun dari $_GET. Siapa tahu mau ngambil data dari bulan sebelumnya.

Lanjut, $sql dan $sql2 akan diproses, mysqli_query akan menyimpan hasilnya di $result dan $result2.

$result = mysqli_query($con,$sql);
$kunjungan = array_fill(0, 35, 0);
$sales_2p = array_fill(0, 35, 0);
$sales_3p = array_fill(0, 35, 0);
$sales_migrasi = array_fill(0, 35, 0);

$result2 = mysqli_query($con,$sql2);
$kunjungan2 = array_fill(0, 35, 0);
$sales_2p2 = array_fill(0, 35, 0);
$sales_3p2 = array_fill(0, 35, 0);
$sales_migrasi2 = array_fill(0, 35, 0);


Intinya, buat array isi 35. Setelah itu, isi semua dengan 0. Jadi seandainya tidak ada data, tidak error. Jangan diisi NULL, nanti Notice semua.

Dalam 2 looping while diatas, bisa dilihat kalau hasil SQL akan disimpan ke $variabel[$tanggal]. Karena sudah diantisipasi array dibuat 35 buah, maka setiap bulan akan dapat tempat variabelnya sendiri.

Sudah?

Sekarang gabungkan dengan while lagi.

$month_day menghasilkan berapa banyak hari dalam bulan yang diminta.
$chart_data akan ditulis berulang ulang, sebanyak $month_day.

Setelah itu, substr digunakan supaya hasil keluaran akhir sesuai dengan format JSON.

Jadi deh!

 

Source