Ini alasannya kenapa kamu mendingan diam kalau gak tau kasusnya.

Jadi, pagi ini saya kehilangan flash disk.
SanDisk Ultra Dual USB 16GB.

Ini flash disk yang hilang.
Ini flash disk nya yang hilang.

Lalu saya buat email di milis mahasiswa PCR.

Selamat sore.

Mohon maaf mengganggu waktu teman teman sekalian.
Bagi yang menemukan flashdisk SanDisk 16GB OTG di sekitar lab 325 dan GSG, dimohon untuk menghubungi saya.
Isinya ada file praktikum struktur data, dan banyak sekali file WAV (Audio 002 – **.wav).
Hadiah : yang menemukan flashdisknya, boleh untuk kamu setelah aku copy semua isinya.
Atau boleh pilih uang yang setara harga flashdisknya.
Terimakasih.
(Attached : gambar flashdisknya)
screenshot_1
Lalu datanglah sebuah reply.
Michael Rusli <michael13ti@mahasiswa.pcr.ac.id>
Subject : Sebaiknya jangan mengunakan kata-kata berbau “IMBALAN”

Selamat Malam,

Kesalahan-kesalahan yang Adek buat.
1. Jangan menggunakan email MHS untuk pencarian barang.
2. Anak PCR kaya-kaya. Tidak perlu yang namanya “IMBALAN”.
3. Adek kelihatan Terlalu Sombong.

Udah mengertikan salah Adek apa?

Terima Kasih.

Lalu saya balas :

1. udah sering kayak gitu. jangan salahkan saya.
2. a. jelaskan kenapa ada beasiswa KALAU MEMANG semuanya kaya.
b. aku bukan menganggap yang ngambil imbalan orang miskin. aku cuma mau menghargai dia yang mau mengembalikan dataku.
c. DATANYA LEBIH BERHARGA DARI FLASHDISK NYA.
3. ente gak paham masalah saya.

hadiah tak selalu berarti yang memberi lebih kaya. kembali ke masalah penghargaan.
begini.
isi flashdisk sialan itu ada banyak file.
pertama, ada laporan 4 atau 5 modul yang belum dikumpul.
kedua, file WAV disana adalah file sampling untuk natal gereja. untuk membuatnya saja perlu berhari hari dan sekotak decolgen.
ketiga, hampir setiap hari saya latihan, dan tidak ada lagi waktu untuk mengerjakan ulang laporan itu ataupun sampling itu. natal gereja tanggal 16 desember. laporan ntah kapan kumpulnya.
bisa dibayangkan pusingnya saya?

saya paham kalau email ini bakal bikin kontroversi.
di satu sisi, orang MUNGKIN akan membantu mencari.
disisi lain, ada anda dan orang lain yang PASTI salah paham.
tapi saya ambil resiko itu. karena cuma saya yang paham seberapa pentingnya data di dalam flashdisk itu dibandingkan harga flashdisknya sendiri.

Saya hargai pendapat anda, dan terima kasih.

Lalu ternyata dibalas lagi.

Satu lagi kesalahan anda.

Simpan data penting di drive dan jangan salahkan orang atas kecerobohan yang anda buat.

Lalu saya balas lagi.

saya ada simpan mentahannya di komputer. hanya saja belum diproses.
dan saya tidak menyalahkan siapapun.

sudah puas?

NB : sejujurnya email anda tidak membantu saya sama sekali.

Lalu si kawan ini ternyata balas lagi.

Itu makanya. Biar lu tau aja. Itu hal yg sia-sia.

Dan terakhirnya saya balas ini :

jadi sekarang intinya apa?
saya berusaha apa yang saya bisa. kalau tak ada hasilnya, ya sudah. yang penting saya sudah berusaha.
kembali saya tekankan, kalau ente ga bisa bantu, mendingan diam.
screenshot_2
screenshot_3
Yok kita bahas satu persatu. Sabar, ini bakal menjadi artikel yang panjang.
Bagi beberapa orang, data lebih penting daripada harga tempat penyimpanannya sendiri. Termasuk saya.
Itu flashdisk cuma Rp 140 ribu. Tapi waktu kerja saya 10 jam gak bisa dibayar 140 ribu.
Ini masalah kita sebagai orang indonesia. Kita sering langsung menjudge masalah tanpa tahu akarnya apa. Karena ini juga, bisa banyak orang demo  tanpa tau kasus aslinya.
Aku punya project MASCHINE di dalam flash disk itu. Ada sekumpulan chopped samples di dalamnya.
Intinya, sekumpulan suara yang dipotong jadi 16 bagian (sesuai jumlah pad MASCHINE).
maschine-mikro
Samples ini akan digunakan pada natal gereja tanggal 16 desember. Yang jadi masalah, latihan hampir tiap hari, dan samples nya hilang. Ditambah file praktikum. Bisa dibayangkan paniknya saya?
screenshot_4
Maschine sendiri sebenarnya punya option Save Group with Samples, yang akan menyimpan group dan samples di internal hard drive. Yang jadi masalah, saya lupa apakah saya CTRL+S biasa (yang dimana samples akan tetap diambil dari posisinya, yang saat itu di flash drive) atau save yang ini. Ini menambah kepanikan saya.
[yang ternyata saya gunakan option ini. Thanks God, kerjaan saya berkurang. Dikit.]
Lalu tentang imbalan.
Imbalan tidak selalu diberikan dari yang lebih kaya. Benar kan?
Menurut saya, jika sebuah kerjaan layak untuk dibayar, saya akan bayar. Ya mungkin beberapa orang tidak perlu uang, seperti si kawan ini, atau mungkin uangnya terlalu banyak dan seenaknya berasumsi kalau semua orang PCR orang kaya … terserahlah. Lagipula kalau semua orang kaya, gak bakal ada beasiswa dari alumni, atau dari pemerintah, atau apalah … ya kan?
Lalu tentang kesombongan.
Bisa dijelaskan saya sombongnya dimana? Dengan saya memberi imbalan, saya sekaligus menekankan kalau isi flash drive itu memang sangat penting, sampai pantas diberikan imbalan.
Salah satu hal yang paling sia sia yang orang Indonesia sering lakukan adalah menasehati orang yang sedang panik.
Aku paham kalau kampus kita yang gak seberapa ini punya Google Drive unlimited, dan memang beberapa aku ada simpan disana. Tapi kan tidak selamanya komputer lab terkoneksi ke internet? Apa kamu terpikir sampai sana?
Solusi Cloud Storage digunakan untuk komputer dengan internet yang (kalau bisa) tidak terputus. Dan kita sama sama paham internet di lab itu gimana.
Lagipula, karena kalian yang tidak bisa menahan diri untuk tidak bersosmed di komputer lab kan, makanya internet lab diputus?
Dan satu lagi, kalau kamu tidak bisa membantu, lebih baik diam.
Karena dengan memperkeruh suasana, kamu makin merusak situasi. Dan yang panik, bisa jadi emosi.
Mikir mikir sebelum reply email.
Dan menurut aku gak penting kalau kamu tau aku punya server cloud storage sendiri di rumah. 

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *