Ableton Tutorial – Graceful Patch Switching

Kapan ya terakhir kali aku upload tutorial musik? Udah lama banget kayaknya ya.
Ya mau gimana lagi, kesibukan kuliah benar benar menyita waktu, dan tutorial yang ada belakangan ini lebih mirip catatan kuliah ketimbang tutorial :hammers

Kali ini, kita akan bahas graceful patch switching pada Ableton. Bahasa Indonesianya apa ya :hammers Intinya, graceful patch switching adalah perpindahan antar VST yang cepat, natural, tanpa loading (semoga), dan indah. Graceful sendiri artinya adalah anggun.

Bukan Anggun yang ini

Tutorial ini sendiri diharapkan bisa bermanfaat bagi kamu yang pakai Ableton dimanapun. Terutama di gereja, karena di gereja, sering sekali ada lagu tiba tiba yang sama sekali tidak disiapkan, dan kamu harus main live. Dan kalau ableton mu isinya sequencer semua, bisa bisa malah kacau.

Oke, langsung aja. Diharapkan setelah ini, begini cara kamu mempersiapkan project.

Pertama, buka Ableton Live nya.

Seperti biasa, ada 4 track default disitu. Sekarang hapus semua Audio tracknya.

Kita akan membuat track 1 untuk kumpulan suara piano. Masukkan Instrument Rack pada track 1.

… kemudian masukkan Pianonya pada track 2. Boleh tambah track lain kalau perlu.
Dalam contoh ini, aku tambahkan 1 lagi track MIDI, untuk The Giant dan The Grandeur.

Sekarang, kembali ke track 1. Klik menunya, lalu buka Chain.

Lalu, masukkan External Instruments. MIDI To, pilih ke The Grandeur.

Perhatikan pada chain, ada garis kecil pada titik 0. Artinya, The Grandeur akan berbunyi ketika nilai chain adalah 0. Dan juga ada titik warna orange, yang berarti chain sekarang bernilai 0. Kalau kamu mainkan keyboard sekarang maka The Grandeur harusnya bunyi.

Ini tidak bagus, SELALU buat nilai 0 sebagai off. Caranya, kamu geser garis biru itu dengan mouse supaya dia tinggal bernilai 1.

Sekarang harusnya The Grandeur tidak bunyi. Coba pindah chain selectornya ke 1.

Sekarang harusnya dia berbunyi. Lanjut, kita akan masukkan The Giant ke chain nomor 2.
Caranya sama, tambahkan external instruments baru, arahkan ke The Giant, lalu tarik chain nya ke nomor 2.

Hasil akhirnya seperti ini.

The Giant akan hidup jika chain selector dipindah ke nomor 2. Pada gambar di atas, chain selector ada pada The Grandeur. Note on dan off akan tetap dikirim pada tempatnya, jadi kalau kamu mensustain note pada The Grandeur, lalu kamu pindah ke The Giant lalu sustain off, The Grandeur akan tetap mati secara natural.

Mau tambah instruments lagi? Bisa. Chain Selector bisa sampai 127 (sesuai nilai MIDI), dan kalaupun sudah habis … Tambah saja MIDI track baru.

Dan kemudian masalah baru muncul kalau kamu pakai Instruments nya ableton (bukan VST).

Perhatikan kalau Analog tidak muncul pada External Instruments. Solusinya adalah, jangan pakai External Instruments. Langsung letak Analognya disitu.

Ini bukan berarti jadi solusi untuk segalanya. Kalau gini, kamu ga bisa pakai Send effects, karena kalau kamu pakai Send, semua yang tidak memakai External Instruments akan kena send. Solusinya, gunakan effect yang punya kemampuan wet/dry signal. Tapi gak semua effect punya.

Tujuan menggunakan External Instruments disini adalah, untuk menambah fleksibilitas effect dan juga bisa untuk mengurangi memori. Satu instance kontakt menggunakan 80mb, dan sebenarnya The Grandeur dan The Giant bisa digabung dalam satu instance. Hanya saja, untuk memisahkan 2 instrument kontakt dalam 1 plugin ke dalam 2 track mixer, agak susah. Kapan kapan saja kita bahas di posting lainnya.

Lanjut, sekarang gimana cara manggil patch dengan mudah?
Pertama, akan sangat sangat membantu kalau kamu punya Launchpad, walau yang termurah sekalipun.

Ini yang nomor 2 termahal.

Inilah kegunaan launchpad yang sesungguhnya, alasan pertama kali dia diciptakan. Bukan untuk Kaskobi.

(Serius, bantuin aku beli Launchpad dong. Aku kere, bahkan Live Suite punyaku aja versi educational, yang khusus pelajar / mahasiswa. Belinya bekas lagi. )

Oke, sudah sudah. Cukup ngirinya sama orang.

Balik ke Ableton, double click pada salah satu scene, untuk buat scene baru. 

Lihat, scene baru sudah dibuat.

Buka halaman Launch sama Envelope dibawah.

Cek pada Launch -> Quantization.
None berarti clip langsung dijalankan begitu ditekan.
Global biasanya clip akan dijalankan pada ketukan pertama dalam bar.
Sisanya, bergantung pada ketukan juga. Karena kita akan buat patch switching, kita buat ke None. (kecuali kamu lagi bikin sequencer dan auto change program, beda cerita)

Lanjut ke Envelopes, pilih Instrument Rack dan Chain Selector.

Klik pada garis merah untuk memindahkan nilainya. Misalnya, 0 buat mati.

Diatas akan selalu ada nilai chain nya, yang akan membantu kamu. Jadi ga perlu ngira ngira.

Kembali ke clip launcher, klik clipnya, Klik kanan lalu Rename. Ganti namanya jadi Off.

Clip ini bisa di copy paste, lalu diubah nilai chain nya. Begini hasil akhirnya nanti.

Begitu ditekan, patch akan berubah langsung tanpa nunggu.

Lanjut, kamu juga bisa buat instrument rack lagi buat yang lain, misalnya khusus Rhodes dan FM E Piano. Atau untuk Strings dan Brass. Atau apalah, kemungkinannya tidak ada batas.

Kalau kamu punya Launchpad, bersyukurlah! Tinggal colok, maka patch switching nya bisa dijalankan dengan Launchpad! Kalau kamu miskin seperti saya, ada jalan lain.

  1. Kamu bisa computer keyboard mapping.
  2. Kamu bisa pakai MIDI mapping.

Pertama, computer keyboard mapping dulu buat yang benar benar miskin. Klik Key di ujung atas kanan Ableton.

Lalu, klik pada salah satu clip, lalu tekan salah satu tombol pada keyboard.

Contoh hasilnya sebagai berikut. Tekan Q, maka keys akan off. Tekan S, maka The Grandeur akan berbunyi, dan seterusnya.

MIDI mapping juga mirip. Gunakan controller MIDI yang murah, lalu aktifkan Remote pada preferences.

Cara mappingnya pun mirip. Kalau tadi click key, sekarang click MIDI di sebelahnya.

Lalu akan muncul seperti ini.

Klik pada salah satu clip, lalu tekan tombol pada MIDI controller. Setelah itu, MIDI clip tersebut bisa dipanggil dengan tombol itu.

Lalu, untuk peletakan MIDI effect. Buat instruments baru pada Instrument Rack, lalu tambahkan MIDI effect di depannya. Dan untuk meletakkan Audio effect, JANGAN PERNAH letakkan Audio effect langsung diluar instrument rack! Letakkan Audio effect setelah instrument. Yang berarti jika kamu memakai External Instruments, letakkan setelah VST.

Sekian tutorial hari ini. :)

Source

Ableton Tutorial – Graceful Patch Switching

Kapan ya terakhir kali aku upload tutorial musik? Udah lama banget kayaknya ya.
Ya mau gimana lagi, kesibukan kuliah benar benar menyita waktu, dan tutorial yang ada belakangan ini lebih mirip catatan kuliah ketimbang tutorial :hammers

Kali ini, kita akan bahas graceful patch switching pada Ableton. Bahasa Indonesianya apa ya :hammers Intinya, graceful patch switching adalah perpindahan antar VST yang cepat, natural, tanpa loading (semoga), dan indah. Graceful sendiri artinya adalah anggun.

Bukan Anggun yang ini

Tutorial ini sendiri diharapkan bisa bermanfaat bagi kamu yang pakai Ableton dimanapun. Terutama di gereja, karena di gereja, sering sekali ada lagu tiba tiba yang sama sekali tidak disiapkan, dan kamu harus main live. Dan kalau ableton mu isinya sequencer semua, bisa bisa malah kacau.

Oke, langsung aja. Diharapkan setelah ini, begini cara kamu mempersiapkan track.

Pertama, buka Ableton Live nya.

Seperti biasa, ada 4 track default disitu. Sekarang hapus semua Audio tracknya.

Kita akan membuat track 1 untuk kumpulan suara piano. Masukkan Instrument Rack pada track 1.

… kemudian masukkan Pianonya pada track 2. Boleh tambah track lain kalau perlu.
Dalam contoh ini, aku tambahkan 1 lagi track MIDI, untuk The Giant dan The Grandeur.

Sekarang, kembali ke track 1. Klik menunya, lalu buka Chain.

Lalu, masukkan External Instruments. MIDI To, pilih ke The Grandeur.

Perhatikan pada chain, ada garis kecil pada titik 0. Artinya, The Grandeur akan berbunyi ketika nilai chain adalah 0. Dan juga ada titik warna orange, yang berarti chain sekarang bernilai 0. Kalau kamu mainkan keyboard sekarang maka The Grandeur harusnya bunyi.

Ini tidak bagus, SELALU buat nilai 0 sebagai off. Caranya, kamu geser garis biru itu dengan mouse supaya dia tinggal bernilai 1.

Sekarang harusnya The Grandeur tidak bunyi. Coba pindah chain selectornya ke 1.

Sekarang harusnya dia berbunyi. Lanjut, kita akan masukkan The Giant ke chain nomor 2.
Caranya sama, tambahkan external instruments baru, arahkan ke The Giant, lalu tarik chain nya ke nomor 2.

Hasil akhirnya seperti ini.

The Giant akan hidup jika chain selector dipindah ke nomor 2. Pada gambar di atas, chain selector ada pada The Grandeur. Note on dan off akan tetap dikirim pada tempatnya, jadi kalau kamu mensustain note pada The Grandeur, lalu kamu pindah ke The Giant lalu sustain off, The Grandeur akan tetap mati secara natural.

Mau tambah instruments lagi? Bisa. Chain Selector bisa sampai 127 (sesuai nilai MIDI), dan kalaupun sudah habis … Tambah saja MIDI track baru.

Dan kemudian masalah baru muncul kalau kamu pakai Instruments nya ableton (bukan VST).

Perhatikan kalau Analog tidak muncul pada External Instruments. Solusinya adalah, jangan pakai External Instruments. Langsung letak Analognya disitu.

Ini bukan berarti jadi solusi untuk segalanya. Kalau gini, kamu ga bisa pakai Send effects, karena kalau kamu pakai Send, semua sampai The Grandeur dan The Giant akan kena send. Solusinya, gunakan effect yang punya kemampuan wet/dry signal. Tapi gak semua effect punya.

Tujuan menggunakan External Instruments disini adalah, untuk menambah fleksibilitas effect dan juga bisa untuk mengurangi memori. Satu instance kontakt menggunakan 80mb, dan sebenarnya The Grandeur dan The Giant bisa digabung dalam satu instance. Hanya saja, untuk memisahkan 2 instrument kontakt dalam 1 plugin ke dalam 2 track mixer, agak susah. Kapan kapan saja kita bahas di posting lainnya.

Lanjut, sekarang gimana cara manggil patch dengan mudah?
Pertama, akan sangat sangat membantu kalau kamu punya Launchpad, walau yang termurah sekalipun.

Ini yang nomor 2 termahal.

Inilah kegunaan launchpad yang sesungguhnya, alasan pertama kali dia diciptakan. Bukan untuk Kaskobi.

(Serius, bantuin aku beli Launchpad dong. Aku kere, bahkan Live Suite punyaku aja versi educational, yang khusus pelajar / mahasiswa. Belinya bekas lagi. )

Oke, sudah sudah. Cukup ngirinya sama orang.

Balik ke Ableton, double click pada salah satu scene, untuk buat scene baru. 

Lihat, scene baru sudah dibuat.

Buka halaman Launch sama Envelope dibawah.

Cek pada Launch -> Quantization.
None berarti clip langsung dijalankan begitu ditekan.
Global biasanya clip akan dijalankan pada ketukan pertama dalam bar.
Sisanya, bergantung pada ketukan juga. Karena kita akan buat patch switching, kita buat ke None. (kecuali kamu lagi bikin sequencer dan auto change program, beda cerita)

Lanjut ke Envelopes, pilih Instrument Rack dan Chain Selector.

Klik pada garis merah untuk memindahkan nilainya. Misalnya, 0 buat mati.

Diatas akan selalu ada nilai chain nya, yang akan membantu kamu. Jadi ga perlu ngira ngira.

Kembali ke clip launcher, klik clipnya, Klik kanan lalu Rename. Ganti namanya jadi Off.

Clip ini bisa di copy paste, lalu diubah nilai chain nya. Begini hasil akhirnya nanti.

Begitu ditekan, patch akan berubah langsung tanpa nunggu.

Lanjut, kamu juga bisa buat instrument rack lagi buat yang lain, misalnya khusus Rhodes dan FM E Piano. Atau untuk Strings dan Brass. Atau apalah, kemungkinannya tidak ada batas.

Kalau kamu punya Launchpad, bersyukurlah! Tinggal colok, maka patch switching nya bisa dijalankan dengan Launchpad! Kalau kamu miskin seperti saya, ada jalan lain.

  1. Kamu bisa computer keyboard mapping.
  2. Kamu bisa pakai MIDI mapping.

Pertama, computer keyboard mapping dulu buat yang benar benar miskin. Klik Key di ujung atas kanan Ableton.

Lalu, klik pada salah satu clip, lalu tekan salah satu tombol pada keyboard.

Contoh hasilnya sebagai berikut. Tekan Q, maka keys akan off. Tekan S, maka The Grandeur akan berbunyi, dan seterusnya.

MIDI mapping juga mirip. Gunakan controller MIDI yang murah, lalu aktifkan Remote pada preferences.

Cara mappingnya pun mirip. Kalau tadi click key, sekarang click MIDI di sebelahnya.

Lalu akan muncul seperti ini.

Klik pada salah satu clip, lalu tekan tombol pada MIDI controller. Setelah itu, MIDI clip tersebut bisa dipanggil dengan tombol itu.

Lalu, untuk peletakan MIDI effect. Buat instruments baru pada Instrument Rack, lalu tambahkan MIDI effect di depannya. Dan untuk meletakkan Audio effect, JANGAN PERNAH letakkan Audio effect langsung diluar instrument rack! Letakkan Audio effect setelah instrument. Yang berarti jika kamu memakai External Instruments, letakkan setelah VST.

Sekian tutorial hari ini. :)

 

Source

Blog ini sekarang menggunakan HTTPS!

Sumber gambar : w3guy

 

WordPress mulai mewajibkan penggunanya untuk menggunakan HTTPS. Matt Mullenweg, pencipta WordPress, menyatakan kalau sekarang beberapa fungsi pada WordPress memerlukan HTTPS.

Kenapa HTTPS?

  1. Google lebih suka HTTPS.
    Nilai website di mata Google yang mempunyai SSL akan lebih tinggi dibandingkan yang tidak pakai. Google Chrome juga sekarang jelas jelas menampilkan “Not Secure” pada website yang tidak menggunakan HTTPS. 
  2. Pengguna juga lebih suka HTTPS.
    HTTPS juga menjadi indikator kalau kamu serius dalam membuat website. Menggunakan HTTPS, kamu dapat menambah waktu pengguna di websitemu.
    HTTPS juga SANGAT PENTING pada website website e-commerce.

2 alasan diatas sebenarnya sudah cukup untuk pindah ke SSL. Masih kurang?
Let’s Encrypt adalah sertifikat SSL gratis, yang bisa digunakan oleh siapa saja. Masih susah? CloudFlare juga bisa memakai SSL, walaupun servermu tidak punya SSL. Hanya saja, sedikit lebih tidak aman.

Intinya cuma satu. Gak rugi kok pakai SSL. Kecuali kalau kita kembali ke 5-6 tahun lalu dimana yang jual SSL harganya ga pake otak.

Source

Cara mengkonfigurasi W3 Total Cache dan Google Cloud Storage sebagai CDN

Google Cloud Storage memungkinkan penyimpanan dan pengambilan seluruh dunia dari sejumlah data kapan saja. Anda dapat menggunakan Google Cloud Storage untuk berbagai skenario termasuk menyajikan konten situs web, menyimpan data untuk arsip dan pemulihan bencana, atau mendistribusikan objek data besar ke pengguna melalui unduhan langsung. (diambil dari dokumentasi Google Cloud Storage)

Posting sebelumnya mengatakan kalau aku bakal pindah ke Google AppEngine. Setelah diujicoba berkali kali, tampaknya agak susah untuk diimplementasikan, karena satu dan lain hal. Tapi, Google Cloud bukan cuma AppEngine doang kok.

Google Cloud Storage memiliki kecepatan yang sangat tinggi, dikarenakan file bisa direplikasi di berbagai tempat. Ditambah lagi dengan konfigurasi yang mudah, dan juga kompatibel dengan Amazon S3, membuat konfigurasi terhadap sistem yang sudah ada semakin mudah.

W3 Total  Cache (biasa disingkat W3tc) adalah produk dari W3 Edge, yang memiliki kemampuan mencache file dan mengirimkan file ke CDN. Kali ini, kita tidak akan membahas konfigurasi cachenya, tapi kita akan bahas konfigurasi CDN nya ke Google Cloud Storage.
W3tc sendiri tidak mensupport Google Cloud Storage, tapi karena dia kompatibel dengan Amazon S3 (dan juga S3-compatible), kita bisa menggunakannya sebagai CDN.

Langkah langkahnya adalah sebagai berikut.

Pertama, masuk ke menu Storage -> Browser

Lalu, kita akan membuat bucket baru.

Saat pembuatan, nama harus unik. Nama bucket yang saya buat adalah rinaldoid-public.

Untuk storage class, bisa pilih multi regional, atau regional. Keduanya cukup cepat. Aku sarankan multi regional agar file disimpan di lebih dari 1 region.

Untuk lokasi, pilih yang dekat dengan kita, atau dengan pengunjung. Dikarenakan blog ini kebanyakan berbahasa Indonesia, saya memilih Asia. Lagipula, harganya sama saja.
Lebih lanjut tentang harga bisa dilihat langsung di dokumentasinya Google. 

Lanjut, setelah dibuat, kita perlu memberikan hak akses supaya seluruh dunia bisa membaca file yang kita upload disini.

Caranya, kembali ke menu storage browser tadi. Harusnya sudah ada bucket yang kita buat tadi.

Klik menu pada bucket kita, lalu klik Edit bucket permissions.

Tambahkan allUsers, lalu beri ijin Storage Object Viewer, lalu Add.

 

Setelah itu, masuk panel General Settings W3 Total Cache di WordPress.

Enable CDN, lalu pilih Amazon Simple Storage Services (S3) Compatible), lalu klik Save all settings.

Sekarang, masuk ke menu CDN.

Ini halaman CDN pada w3tc.

API host, isikan dengan storage.googleapis.com.
Bucket, isikan dengan nama bucket yang kita buat tadi. Untuk blog ini, namanya rinaldoid-public.
Replace site’s hostname dengan .storage.googleapis.com

Untuk Access key ID dan Secret Key, masuk ke Cloud Storage Settings di Google Cloud.
Pertama kali masuk, kita akan diminta memilih project. Pilih project tempat bucket tadi.

Setelah itu, masuk menu Interoperability. Access key dan secret ada di dalamnya.

Salin kode ini ke w3tc. Lalu klik Save all settings.

Setelah itu, klik Test S3 upload. Jika berhasil, akan muncul Test passed.

bisa dilanjutkan dengan mengexport media library, wp-includes, file tema, dan custom files.

Setelah semua file telah diupload, klik Empty the page cache.

Setelah itu, CDN sudah hidup!

Source

Cara mencabut colokan RCA yang patah di dalam konektor

Jadi, adekku minta dikirimin speaker ke Jakarta, karena dia bosan di tempat kost nya. Masuk akal sih, aku juga pembosan. Masalahnya, speaker yang mau dikirim, ada konektor RCA yang patah di dalamnya.

Bayangin kabel diatas patah, nyangkut didalam sini.

Ngeselin gak? Jelas iya.

Solusinya? Sediakan bahan bahan berikut.

  1. Paku kecil (paku triplek)
  2. Tang jepit
  3. Api (aku pakai kompor masak)

Cara mencabutnya sebagai berikut

  1. Jepit pakunya pakai tang. Kalau kamu anaknya limbad dan penuh kegregetan, boleh pake tangan.
  2. Bakar pakunya sampai membara.
  3. Begitu membara, colokkan sedalam mungkin ke dalam konektor yang nyangkut tadi.
  4. Tunggu sekitar 10 detik
  5. Setelah itu, cabut pakunya. Harusnya berhasil.

Kok bisa? Penjelasannya sebagai berikut.
Konektor RCA biasanya diisi dengan plastik atau sejenisnya. Jadi, yang besi cuma pinggirannya. Karena itu, konektor ini begitu ringkih.
Jadi, dengan kamu tusukkan paku panas, plastik ini akan meleleh. Setelah 10 detik, plastiknya sudah mengering dan sudah lengket di pakunya. Pas dicabut, konektornya akan ikut tercabut!

Masih bingung? Tonton video dibawah ini.

Semoga bermanfaat :)

Source

Install Google Play Store ke dalam BlackBerry 10

Baru baru ini aku beli BlackBerry Q5, tapi langkah langkah ini bisa ke semua BlackBerry 10.

Pelajari cara masang PlayStore di hape BlackBerry 10 seperti Z10, Z30, Z3, Q5, Q10, P9982, P9983, Passport, Classic, Leap, Priv, and more! Pengguna Blackberry mungkin udah melihat bahwa toko aplikasi BlackBerry World dikit banget isinya, tapi sekarang kamu bisa memasukkan Play Store ke ponsel BB10 Anda. Ikuti tutorial langkah-demi-langkah ini supaya kamu bisa menginstal aplikasi dari Google Play seperti Google apps, Instagram, Clash of Clans, atau Candy Crush.

Setelah Play Store terinstal ke BlackBerry, kamu bisa menginstal dan mengupdate aplikasi android di dalamnya.

Note : Langkah langkah ini bisa dilakukan tanpa komputer. Jika kamu mau membuka halaman ini di hape, alamat pendeknya adalah http://psbbid.u.rinaldo.id

Requirements

  • BB10 device dengan OS 10.3 atau lebih baru.
  1. Masuk ke Settings > App Manager > Installing Apps > dan hidupkanAllow Apps from Other Sources to be Installed

2. Download Google Play Services APK:

Click here to download.

3. Buka filenya, lalu instal.

4. Download Google Account Manager APK:

Click here to download. 

5. Buka filenya, lalu instal.

6. Buka Google Account Manager, lalu sign in ke akun Google mu.

7. Exit, lalu download BlackBerry Google ID APK:

Click here to download. 

8. Buka filenya, lalu klik Install.

9. Buka aplikasi Blackberry Google ID lalu klik Register this device

10. Keluar, lalu download Google Play Store APK:

Click Here to download. 

11. Baru instal aplikasi ini

Selesai deh! Sekarang, kamu bisa download aplikasi aplikasi yang ada di dalam Google Play Store. Mohon diperhatikan bahwa tidak semua aplikasi berjalan dengan baik. Misalnya, kamu ga bakal bisa pakai aplikasi yang menggunakan Google Services, misalnya Play Music, Chrome, atau bahkan Clash of Clans buat login. Tapi, bisa diselesaikan dengan Lucky Patcher.

Secara khusus, terimakasih kepada Cobalt232 dari CrackBerry forum yang menemukan cara ini.

Source

MikroTik Certified!

Rinaldo Jonathan telah berhasil menyelesaikan persyaratan pelatihan dan sertifikasi yang dibutuhkan, dan dengan ini diakui sebagai MikroTik bersertifikasi MTCNA.

Nomor sertifikat 1708NA8859, dikeluarkan 11 Agustus 2017, berlaku sampai dengan 3 tahun.

PDF sertifikat disini.

Jangan khawatir, aku tetap seorang musisi kok. Musisi, network engineer, programmer, dan pembuat onar :hammers

Source

Cara bayar uang kuliah Politeknik Caltex Riau lewat transfer Bank Syariah Mandiri

Posting ini aslinya ada di Facebook, tepat setahun yang lalu. Tepat kemarin, aku kehilangan data ini :(

Biar ga hilang lagi, aku repost disini aja ya. 

Mohon dicatat, info ini RESMI dan MASIH BISA DIGUNAKAN. Hanya saja, entah kenapa posting aslinya di web Politeknik Caltex Riau menghilang. Mungkin sejak dia memutuskan ganti web engine? Entahlah.

Berikut langkah langkahnya.

  1. Masuk ke ATM
  2. Pilih menu “ATM Bersama” (Kenapa? Karena selama ISO, kita harus bersama  :hammers )
  3. Nomor rekening : 4519009030(NIM kamu)
    contoh, NIM aku 1556401046, jadinya 45190090301556401046.
  4. Referensi dikosongkan
  5. Nominal : nominal setiap tagihan. Biasanya tagihan di web SIAK dipisah SPT dan Semester. JANGAN BAYAR SEKALI DUA, BAYAR SATU SATU! (karena saya belum coba sekali dua). Misalkan tagihan semester 5.5 juta, ya masukin segitu.
  6. ntar nama rekeningnya “politeknik caltex riau/(nama mahasiswa)”
  7. klik transfer
  8. simpan struk sebagai bukti transfer, walaupun sebenarnya gak perlu. karena di sistem udah langsung LUNAS.
  9. kalau kartu kamu Mandiri GOLD kebawah, pasti overlimit. ulangi langkah ini besoknya (atau transfer lewat internet banking / mobile banking) untuk bayar SPT.

Semoga bermanfaat.
Tolong itu rektorat dikosongin, stres aku lihat ngantri sepanjang itu. kasihan kakaknya.

Source

Catatan Etika Profesi Semester 4

Kebanyakan isi artikel dibawah hasil copy paste. Hak cipta kembali ke masing masing penulis aslinya, tapi udah susah banget buat dicari siapa yang nulis. Lagian aku mager juga.

Pengertian Cyber ethic :
– Suatu aturan tak tertulis yang dikenal dalam dunia IT, yang disepakati bersama untuk dipatuhi dalam interaksi antar pengguna

Alasan pentingnya etika dalam dunia maya
– Pengguna internet berasal dari berbagai negara dengan adat istiadat yang berbeda
– Pengguna internet adalah orang orang yang hidup dalam anonymous, yang mengharuskan pernyataan identitas dalam berkomnunikasi
– Bermacam fasilitas di internet memungkinkan seseorang untuk berlaku etis / tidak etis
– Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat yang memungkinkan masuknya penghuni baru

Alasan pentingnya etika bisnis
– Mempertaruhkan nama dan harga diri
– Menyangkut hubungan antar manusia, sehingga membutuhkan etika yang mampu menjadi pedoman
– Merupakan kegiatan yang mengutamakan rasa saling percaya, sehingga dibutuhkan untuk semakin menimbulkan rasa saling percaya

Prinsip dasar dalam etika bisnis
– Prinsip kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan.
– Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
– Prinsip keadilan
Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis.
– Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.
– Prinsip otonomi
Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Atau mengandung arti bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya.

 

Sebutkan tantangan dalam bidang IT
– Tantangan inovasi
– Tantangan pasar dan pemasaran di era globalisasi
– Tantangan pergaulan internasional
– Tantangan pengembangan sikap dan tanggung jawab pribadi
– Tantangan sumber daya manusia

Kasus pelanggaran UU ITE di indonesia
– Florence, menghina masyarakat Yogyakarta di akun Path. Pasal 24 ayat 3 UU ITE mengancam siapapun yang mendistribusikan dokumen bermuatan penghinaan.
– Twitter @benhan, pencermaran nama baik anggota DPR M Misbakhun. Divonis 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun. Melanggar UU ITE pasal 27 ayat 3. Pasal 27 Ayat 3 UU ITE melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Jangkauan pasal ini jauh sampai dunia maya.
– Johan Yan, Surabaya, mengomentari berita dugaan penggelapan 4,7 triliun di Gereja Bethany Surabaya. Dikenakan UU nomor 11 tahun 2008.
– Musni Umar, pencemaran nama baik SMAN70 jakarta.
– Pamela Safitri, anggota Duo Serigala, IG nya dihack pihak tak bertanggung jawab.

Pengertian Cyber Crime
– Cyber crime adalah kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi komputer, khususnya internet.

Sebutkan UU hak cipta tentang program computer.
-Pasal-pasal Undang-undang No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta) yang berhubungan dengan hak cipta program-program komputer adalah:
–Pasal 12 ayat (1) huruf a, tentang ciptaan yang dilindungi termasuk program komputer;
–Pasal 12 ayat (1) huruf l, tentang ciptaan yang dilindungi termasuk database dan hasil pengalih wujudan;
–Pasal 15 huruf g, tentang pembuatan salinan cadangan program komputer;
–Pasal 30 ayat (1), tentang masa berlakunya suatu hak cipta atas program komputer;
–Pasal 72 ayat (3), tentang sanksi pidana pelanggaran hak cipta program komputer.

Sebutkan upaya mengatasi pelanggaran hak cipta
1.Membangun budaya masyarakat untuk menghargai hasil karya orang lain.
2.Alternatif lain untuk menggunakan program yang memiliki lisensi Open Source.
3.Dibuatnya undang-undang oleh pemerintah tentang hak cipta
4.Sangsi pidana yang memberatkan pelaku pelanggaran.
5.Melaporkan pelanggar Undang-Undang HKI ke pihak yang berwenang.

Sebutkan hal-hal yg diatur dalam UU ITE
* Tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan konvensional (tinta basah dan bermaterai). Sesuai dengan e-ASEAN Framework Guidelines (pengakuan tanda tangan digital lintas batas).
* Alat bukti elektronik diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHP.
* UU ITE berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar Indonesia yang memiliki akibat hukum di Indonesia.
* Pengaturan Nama domain dan Hak Kekayaan Intelektual.
* Perbuatan yang dilarang (cybercrime) dijelaskan pada Bab VII (pasal 27-37):
o Pasal 27 (Asusila, Perjudian, Penghinaan, Pemerasan)
o Pasal 28 (Berita Bohong dan Menyesatkan, Berita Kebencian dan Permusuhan)
o Pasal 29 (Ancaman Kekerasan dan Menakut-nakuti)
o Pasal 30 (Akses Komputer Pihak Lain Tanpa Izin, Cracking)
o Pasal 31 (Penyadapan, Perubahan, Penghilangan Informasi)
o Pasal 32 (Pemindahan, Perusakan dan Membuka Informasi Rahasia)
o Pasal 33 (Virus?, Membuat Sistem Tidak Bekerja (DOS?))
o Pasal 35 (Menjadikan Seolah Dokumen Otentik (phising?))

Jelaskan jenis licency perangkat computer
– Proprietary Software
adalah software berpemilik, sehingga seseorang harus meminta izin atau dapat dilarang untuk mengedarkan, menggunakan atau memodifikasi software tersebut.
– Commercial software
adalah software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan dengan konsep bisnis, dibutuhkan proses pembelian atau sewa untuk bisa menggunakan software tersebut.
– Public Domain
adalah software yang tidak memiliki hak cipta.
– Freeware
adalah software yang diizinkan untuk digunakan atau disebarluaskan namun tidak memiliki izin untuk dimodifikasi.
– Shareware
adalah software yang diizinkan untuk didistribusikan salinannya, jika softwarenya digunakan terus menerus maka si pemilik software meminta bayaran untuk lisensinya.
– GNU General Public License (GNU/GPL)
adalah suatu kumpulan ketentuan pendistribusian software untuk meng-copyleft-kannya. GPL memberikan izin kepada pengguna software untuk menggunakan, memodifikasi dengan syarat memiliki lisensi yang sama.

 

Source

Temperature Sensor + Arduino

Posting ini dibuat cuma jadi catatan doang, karena kami ada tugas bikin kipas air + blower yang mati dan hidup sendiri dengan kondisi temperatur dan kelembapan. Tugas ini sendiri menentukan nilai ujian semester kami, jadi ya mau gak mau loh :hammers

Coding ini adalah untuk sensor suhu atau temperatur. Sensor yang dipakai adalah LM35.

Program diadaptasi dari blog ini. 

Rangkaian :

//#include 
 
//replace 0x3F with address you found at I2C scanner.
//LiquidCrystal_I2C lcd(0x3F, 16, 2);



int pin = 0; // analog pin
int tempc = 0,tempf=0; // temperature variables
int value = 0;
int maxi = -100,mini = 100; // to start max/min temperature
int i;

void setup()
{
 Serial.begin(9600); // start serial communication
 
 //16 is the width. 2 is the height.
 lcd.begin(16,2);
 lcd.init();
 
 // Turn on the backlight.
 lcd.backlight();
 
 // Move the cursor characters to the right and
 // zero characters down (line 1).
 lcd.setCursor(0, 0);
 
 // Print HELLO WORLD! to the screen, starting at 0,0.
 lcd.print("Temp Sensor");
 
 // Move the cursor to the next line and print
 // www.rinaldo.id.
 /*
 lcd.setCursor(0, 1); 
 lcd.print("www.rinaldo.id");
 */
 delay(1000);
}

void loop()
{
 //lcd.clear();
 
 value = ( 5.0 * analogRead(pin) * 100.0) / 1024.0;



tempc = value; // better precision
 tempf = (tempc * 9)/ 5 + 32; // converts to fahrenheit
 
 if(tempc > maxi) {maxi = tempc;} // set max temperature
 if(tempc < mini) {mini = tempc;} // set min temperature
 
 Serial.print(tempc,DEC);
 Serial.print(" Celsius, ");
 
 Serial.print(tempf,DEC);
 Serial.print(" fahrenheit ");
 Serial.print("\n");

/*
 lcd.setCursor(0,0);
 lcd.print(tempc);
 lcd.print(" o C");
 lcd.setCursor(0,1);
 lcd.print(tempf);
 lcd.print(" o F");
 */
 
 tempc = 0;

delay(1000); // delay before loop
 
}

Code ini memiliki comment yang bisa diadaptasi untuk penggunaan LCD, bukan serial report. Ya pintar pintarlah. Kamu ga bakal baca blog ini kalau gak pintar. :hammers

Demo :

Instagram Photo

Demo dikerjakan di Panties Pizza belakang Mal Pekanbaru. Makasih kak Ruth :*

Source